-->

SIPITUAMA

"Sistem Informasi Penyajian Ilmu Teknologi, Uni Akademis, dan Manajemen Administrasi"

Monday, 13 August 2018

Pre Construction Meeting-PCM / Rapat Persiapan Pelaksanaan


Rapat persiapan pelaksanaan adalah pertemuan antara pihak proyek (PPTK, Pinpro, Kepala Dinas), Kontraktor dan Konsultan yang dilakukan selambat-lambatnya 14 hari setelah diterbitkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) Oleh PPTK, guna membahas dan kemudian menyepakati bersama berbagai hal yang secara umum adalah sebagai berikut :
  • Organisasi kerja pelaksanaan konstruksi
  • Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan
  • Review dan penyempurnaan terhadap construction schedule yang harus sesuai dengan target volume, mutu, dan waktu
  • Mobilisasi personil dan peralatan
  • Jadual pengadaan bahan dan penggunaan peralatan
  • Menyusun rencana pemeriksaan lapangan (mutual check) dan review terhadap simplified design yang ada
  • Sumber quarry (sumber bahan/material), estimate kuantitas bahan serta rencana pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan
  • Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat berkaitan dengan pelaksanaan proyek (misalnya masalah jalan akses ke lokasi quarry)
Jadi dengan demikian tujuan peyelenggaraan PCM adalah menyatukan pengertian terhadap keseluruhan isi dokumen kontrak dan membuat kesepakatn-kesepakatan terhadap hal-hal penting yang belum terdapat dalam dokumen kontrak serta membahas jalan keluar terhadap kendala-kendala yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Konstruksi. Adapun substansi pokok yang dibahas dalam PCM adalah sebagai berikut

Aplikasi pasal-pasal penting dalam dokumen kontrak tentang :
  •  Pekerjaan tambah kurang
  • Termination atau forfeiture
  • Mobilisasi
  • Maintenence and protection of traffic
  • Sub leting
  • Insurance of works
  • Organisasi kerja
A. PROSEDUR ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN PEKERJAAN
Pembahasan prosedur administrasi penyelenggaraan proyek yang harus dibahas dalam rapat pra pelaksanaan meliputi :
  • Request and Appoval dalam rangka examination of works
  • Extension time for completion of works
  • Gambar kerja dan Kelengkapannya
  • Pengajuan MC (Monthly Certificate)
  • Serah terima pertama dan Serah terima akhir pekerjaan
  • Pembuatan Adendum kontrak
  • Jadual pengadaan bahan, penggunaan peralatan, dan personel
  • Review dan penyempurnaan terhadap jadual kerja yang harus sesuai dengan target volume, mutu dan waktu
  • Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaaan lapangan (mutual check) sehubungan dengan review design terhadap simplified design yang ada dalam kontrak
B.TATA CARA DAN PROSEDUR TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN
Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan yang perlu dibahas dalam rapat pra pelaksanaan antara  lain :
  • Pelaksanaan konstruksi pondasi jembatan dan bangunan atasnya
  • Pelaksanaan rigid pavement pada segmen jalan dengan LHR (lalu lintas harian rata-rata) tinggi berikut traffic managemennya
  • Pelaksanaan soil stabilization
  • Pelaksanaan produksi agregrat untuk pondasi jalan dan perkerasan aspalnya
  • Menentukan lokasi sumber bahan material (quarry), estimate kuantitas bahan beserta rencana pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan
  • Pendekatan terhadap masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja yang ada kaitannya dengan musim tanam atau masalah jalan akses ke quarry/angkutan bahan 
SELANJUTNYA...............
BACA JUGA PERAN MASING-MASING  UNSUR PENYELENGGARA PROYEK
Share:

Saturday, 11 August 2018

Financial Progress Schedule - S Curve


Financial Progess Schedule - S Curve merupakan suatu monthly construction scedule yang menggambarkan rencana dan realisasi pelaksanaan pekerjaan bulanan kumulatif dinyatakan dalam % terhadap total biaya proyek, Selama construction period yaitu sejak commencement of works (COW) sampai dengan provisional Hand over (PHO)/ Serah terima pertama hasil pekerjaan (PPHP). S Curve ini merupakan alat pengendali baik bagi kontraktor, konsultan pengawas maupun pemilik pekerjaan (pinbagpro, pinpro atau atasan pinpro/pptk terkait), oleh karena itu S-Curve itu menyangkut informasi pekerjaan terkait dengan pembayaran prestasi pekerjaan maka di dalam S-Curve tercatat :
  • Nomor pay item
  • Deskripsi pay item
  • Nama section yang berisi sejumlah pay item
  • Kuantitas masing -masing pay item
  • Harga satuan masing-masing pay item
  • Total harga dari masing-masing pay item
  • Rincian kebutuhan biaya bulanan masing-masing pay item dinyatakan dalam prosen terhadap total biaya konstruksi
Dari total % rencana pelaksanaan pekerjaan setiap bulan , dapat dihitung jumlah % kumulatif rencana pelaksanaan pekerjaan tiap bulan  mulai dari COW s/d PHO. Kurva yang menghubungkan % kumulatif rencana pelaksanaan pekerjaan tiap bulan  inilah yang disebut kurva S karena pada umumnya untuk suatu rencana pelaksanaan yang normatif, kurva tersebut terbentuk huruf S. Dengan cara yang sama, sesuai dengan realisasi pelaksanaan dilapangan dibuat kurva yang menghubungkan realisasi bulanan di maksud sebagai alat pengendali.




Share:

Friday, 10 August 2018

Memahami Jadwal Pelaksanaan Kontrak untuk Pengawasan Mutu


Jadual pelaksanaan dimaksudkan sebagian dasar bagi (para pejabat terkait diatasannya), kontraktor dan konsultan untuk :
  • Memantau kemajuan pekerjaan kontraktor dilapangan
  • Menjadi rujukan bagi pembayaran eskalasi/de-eskalasi harga
  • Mendukung pengalokasian anggaran biaya
  • Mempertimbangkan permintaan tambahan biaya sebagai akibat dari perubahan pekerjaan
  • Mendukung permintaan perpanjangan waktu pelaksanaan konstruksi
Garis besar jadual pelaksanaan dipersiapkan oleh kontraktor sebagai bagian dari pengajuan penawaran pada waktu pelelangan  untuk mempertimbangkan 3 aspek yaitu aspek perencanaan, aspek analisa, dan aspek pemelihan jenis/ cara penjadualan.

Untuk dapat menyiapkan construction schedule, maka ditinjau dari aspek perencanaan perlu dilakukan penyiapan tatakerja meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
  • Melakukan penelaahan awal dokumen kontrak
  • Melakukan penelitian lapangan secara rinci untuk menguji lokasi, sumber daya yang tersedia dan menentukan tingkat kesulitan yang terkait pada pekerjaan yang akan dilaksanakan
  • Melakukan pengkajian daftar kuantitas secara terinci
  • Melakukan pengkajian Gambar rencana secara terinci
  • Menguji spesifikasi
  • Menguji syarat-syarat kontrak
  • Menganalisa pekerjaan yang diperlukan untuk setiap kegiatan
  • Mene
  • tukan urutan pekerjaan
  • Menentukan baiya proyek
Langkah-langkah diatas kemudian ditindaklanjuti dengan membuat analisa terhadap hal-hal berikut :
  • Waktu yang diperlukan untuk penyelesaian setiap kegiatan
  • Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh kegiatan
  • Urutan setiap kegiatan
  • Metoda kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan
  • Sumber daya yang diperlukan
  • Resiko terkait
  • Biaya yang sebenarnya untuk menyelesaikan setiap kegiatan
  • Nilai pekerjaan yang diselesaikan
Setelah menyelesaikan analisa diatas, kontraktor perlu membuat beberapa jadual dasar sebagai jadual perencanaan kerja, yang nantinya didalam pelaksanaan konstruksi biasanya memerlukan perubahan-perubahan disesuaikan dengan kondisi lapangan :
  • Jadual kegiatan, yang menentukan secara jelas kerangka waktu untuk setiap jenis pekerjaan
  • Jadual sumber daya, yang menentukan secara jelas secara ketersediaan tenaga kerja, peralatan dan bahan
  • Jadual Kemajuan keuangan - kurva s, yang menentukan secara jelas rencana kemajuan pekerjaan dan keuangan proyek
  • Jadual cash flow keuangan, yang menentukan keadaan pemasukan dan pengeluaran uang
Ada beberapa jenis jadual yang dapat dipergunakan, tergantung kepada kebutuhan proyek antara lain sebagai berikut :
  • Critical Path Method (Metode lintasan Kritis
  • Bar Charts - basic and linked (Diagram balok - asli dan terkait)
  • Financial Progres Scedule - S Curve (Jadual Kemajuan Keuangan - Kurva S)
Share:
;}

Support

VIDEO

SPEKTAKULER