-->

SIPITUAMA

"Sistem Informasi Penyajian Ilmu Teknologi, Uni Akademis, dan Manajemen Administrasi"

AEK SIPITU DAI





Pada jaman duhulukala adalah beberapa keluarga yakni, keturunan Pomparan Guru Tatea Bulan  yang tinggal di lereng gunung pusuk buhit, yang berada dinegeri  limbong.  Setelah tahun berganti tahun,bulan berganti bulan , para pemuda  pemudi  tumbuh bagaikan jamur  di musim hujan. Sehingga Para orangtua  mulai merasa kesal terhadap anaknya yang mulai bertambah dewasa hingga sampai berumur  ( MATUA  DOLI –DOLI DOHOT MATUA ANAK BORU).Sehingga suatu Keluarga timbullah dari benak hatinya untuk menjodohkan anaknya yang sudah gadis terhadap Paribannya. Tetapi sang si Gadis tidak mengidahkan permintaan dari kedua orangtuanya, karena sang sipemuda yang akan ditunangkan orangtuanya  kurang sesuai.
Sehingga, dia menolak permintaan orangtuanya. Tetapi sang orangtua tetap memaksakan anaknya untuk tetap dijodohkan kepada paribannya. Walaupun dipaksa orangtuanya , dia tetap menolak  tidak mau dijodokan dengan Paribannya.  Akibat paksaan keduaorangtuanya, dia  merasa  kesal yang akhirnya  dia pergi keluar Rumah dan pergi ke Kebun dekat  rumahnya  untuk menyembunyikan diri  sambil menangis terseduh-seduh  memikirkan nasibnya.  Berselang beberapa saat,  dia menjadi heran  melihat disekitar tempat dia menangis, telah terjadi mata air yang  sangat jernih. Dan yang paling mengheranannya lagi mata air tersebut  terdiri dari 7 (tujuh) mata air . Setelah beberapa lama, berita mata air tersebut tesebar dilingkungan masyarakat yang berpenghuni ditempat tersebut.   Merekapun berbondong-bondong untuk menyaksikan berita tersebut.. Setelah berita tersebut tersebar ke seluruh penjuru , para pengetua adat membuat suatu musyawarah untuk membentuk suatu kolam penampungan  dari ketujuh mata air tersebut. Setelah kolam penampungan  selesai, para pengetua membentuk tujuh Pansur tempat mengalirkan air untuk diambil masyarakat sekitar untuk  air minum. Setelah Pansur tersebut selesai dibuat oleh para Masyarakat setempat, mereka heran , karena rasa air tersebut  berlainan setiap pancur yang mencapi menjadi 7 rasa. . Mulai saat kejadian tersebut Para pengetua setempat menyebutkannya menjadi AEK SIPITUDAI. Demikianlah cerita singkat terjadinya aek sipitudai , yang mana sampai sekarang mata air tersebut  banyak dikunjungi para masyarakat termasuk Para wisatawan , untuk menikmati kebenaran rasa daripada air tersebut. Dan bukan hanya untuk diminum ,tapi juga berkhasiat  untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit .

0 komentar:

Post a Comment

;}

Google.com

Support

VIDEO

SPEKTAKULER