-->

SIPITUAMA

"Sistem Informasi Penyajian Ilmu Teknologi, Uni Akademis, dan Manajemen Administrasi"

SIRINGO-RINGO

MARGA SIRINGO RINGO

Marga ini berasal dari Sirait desa Sibonar Oppuratus di Kecamatan Nainggolan Kabupaten Samosir,Sumatera Utara. Marga ini termasuk golongan Lontung. Dari Urat Samosir leluhur marga Siringo-ringo merantau ke berbagai penjuru dan membuka kampung (lumban). Di antara beberapa tujuan perantauan leluhur marga Siringo-ringo adalah Pangaloan di Kecamatan Onan Runggu dan Janji Raja, Holbung, Muara di Humbang Hasundutan. Dari situlah keturunan marga Siringo-ringo berpencar ke seluruh penjuru dunia. 
 
Saat ini keturunan marga Siringo-ringo sudah ada di hampir seluruh pelosok bumi ini. Bahkan beberapa keturunan marga Siringo-ringo sudah ada yang tinggal di benua Eropa dan Amerika serta berketurunan di sana.
Keturunan marga Siringo-ringo saat ini ada di hampir semua profesi yang ada di muka bumi ini. Mulai dari pekerjaan tradisional seperti petani atau nelayan juga ada yang menjadi rohaniawan, pegawai pemerintah, tentara, polisi, pendidik, konsultan, ahli hukum. dokter, pengusaha, seniman, wartawan, pelaut dan lain sebagainya.





SEJARAH

Kisah Kampung Sirait terkait dengan Tuan Ringo sebagaimana dikisahkan Fidelis Situmorang dalam buku kumpulan cerpennya berjudul “Tuan Ringo” .
Dalam tulisannya Fidelis mengisahkan bahwa oleh karena selisih paham dan pertengkaran dengan Abangnya, Tuan Ringo pergi meninggalkan kampung halamannya di Urat Samosir dan berjanji untuk tidak akan kembali ke kampungnya tersebut. Dalam pengembaraannya sampailah kemudian Tuan Ringo di Pahae. Berkat jasanya dalam melindungi kampung Sitompul dari musuh, Tuan Ringo kemudian menikah dengan boru Sitompul. Beliau kemudian dikaruniai seorang anak yang diberi nama Raja Dapoton.

Beberapa waktu berlalu. Abangnya Tuan Ringo yang kemudian menyesali pertengkaran dan perpisahan yang telah terjadi datang membujuk Tuan Ringo agar mau pulang. Dengan enggan dan setelah lama mempertimbangkannya, Tuan Ringo akhirnya bersedia untuk pulang. Kepulangan Tuan Ringo didahului oleh kepulangan isterinya boru Sitompul dan anaknya Raja Dapoton bersama kerabat yang menjemputnya. Tuan Ringo menyusul beberapa waktu kemudian pulang ke Samosir. Namun beliau tidak pulang ke Urat sesuai janjinya, tapi ke Sirait di dekat Urat. Beliau memulai hidup baru dan menjadi saudagar pertama yang membuka Onan (Pasar) di Sirait.
Boru Sitompul memberikan tiga anak lagi bagi Tuan Ringo : Raja Rea, Tuan Onggar dan Siagian. Raja Dapoton/ Raja Hasahaton, keturunannya sampai sekarang tetap mengunakan marga Situmorang. Raja Rea, keturunannya sekarang menggunakan marga Siringo-ringo. Tuan Onggar, keturunannya sekarang menggunakan marga Rumapea, Sipampang, dll. Siagian, keturunannya sampai sekarang belum di ketahui, kemungkinan berkembang di Labuhan Batu. Demikian penuturan Fidelis Situmorang.
Kisah tersebut menjelaskan bahwa onan di Sirait dibangun oleh Tuan Ringo. Kurang jelas apakah permukiman yang ada di Sirait juga dibangun oleh Tuan Ringo atau bukan? Kurang jelas juga apakah ketika Tuan Ringo datang membangun rumah atau perkampungan di Sirait telah ada perkampungan di daerah itu? Apakah sebelum Tuan Ringo datang daerah tersebut telah bernama Sirait?

0 komentar:

Post a Comment

;}

Google.com

Support

VIDEO

SPEKTAKULER