-->

SIPITUAMA

"Sistem Informasi Penyajian Ilmu Teknologi, Uni Akademis, dan Manajemen Administrasi"

BATU HOBON

Anak ni siraja batak ada  2 yaitu :
  1. Guru tatea bulan
  2. Raja isombaon
Guru tatea bulan mempunyai anak 5 orang yang masing-masing mempunyai kembar perempuan yaitu:
1.Siraja uti/ Raja biak biak
2.Saribu Raja
3.limbong Malau
4.Sagala Raja
5.Malau Raja
Dohot 4 boruna ima
1.Siboru paromas
2.Siboru pareme
3.Siboru biding laut
4.Natinjo



Batu Hobon Nama batu tersabut  diperoleh dari bentuk dengan rongga yang ada dibawah nya ,di yakini batu ni sebuah lorong. Karena dianggap keramat sehingga ditempat ini kerap diadakan upacara sacral   yang masih berlanjut sehingga sekarang.upcara itu dinyakini sebagai pemohonan kepada roh leluhur sekaligus menerima pewahyuan dari nenek moyang,dikenal dengan sebutan ‘Tatea Bulan’. Batu hobon memiliki kisah mistis yang menarik untuk d cermati  ,musibah bahkan berakhir dangan kematian .
Dikisahkan pada jaman penjajahan belanda, ada seorang pejabat Pemerintah belanda dari pangururan ,berusaha untuk membuka batu hobon ,dia berangkat dan membawa dinamit dan peralatan lain serta berapa orang personal. Pada saat mereka mempersiapkan alat alat untuk meledakkan Batu Hobon itu dengan tiba tiba dating lah hujan panas yang sangat lebat ,disertai angina yang sangat kencang,serta petir dan Guntur yang sambung menyambung, dan tiba tiba  mereka melihat di tempat itu ada ular yang sangat besar dan pada saat itu juga ada berkas cahaya dari langit tepat diatas Batu Hobon itu, maka orang belanda itu tiba tiba pingsan ,sehingga ia harus d tandu ke pangururan, setelah sampai di pangururan ia pun meninngal dunia.
Suatu ketika tutup batu hobon itu terbuka akibat seseorang yang berusaha mencuri harta karun yang di duga berada dibawah nya .terbukanya tutup batu HOBON membuat cemas orang tapanuli utara yang mengetahuinya .sehingga datanglah murid murid perguruan HKI dari tarutung yang di pimpin oleh Bapak Mangantar Lumbantobing,untuk memasang kembali tutup batu hobon yang sempat terbuka itu.pada mulanya tutup batu itu ,walau pun ratusan orang sekaligus mengangkat nya,tetapi barulah sesudah diadakan upacara memohon restu pengghuni alam yang adadi tempat ituyang dipimpin oleh salah seorang pengetua adat dari limbong, maka dengan  mudah , tutup batu itu dapat di angkat dan di pasang kembali ketempat semula.

0 komentar:

Post a Comment

;}

Google.com

Support

VIDEO

SPEKTAKULER