-->

SIPITUAMA

"Sistem Informasi Penyajian Ilmu Teknologi, Uni Akademis, dan Manajemen Administrasi"
Sedang Proses...Orang Sabar Banyak Rejeki, Complete 90%.... Tunggu...Loadingnya Hampir 100% ................................................... ..................... ......

Saturday, 11 August 2018

Financial Progress Schedule - S Curve


Financial Progess Schedule - S Curve merupakan suatu monthly construction scedule yang menggambarkan rencana dan realisasi pelaksanaan pekerjaan bulanan kumulatif dinyatakan dalam % terhadap total biaya proyek, Selama construction period yaitu sejak commencement of works (COW) sampai dengan provisional Hand over (PHO)/ Serah terima pertama hasil pekerjaan (PPHP). S Curve ini merupakan alat pengendali baik bagi kontraktor, konsultan pengawas maupun pemilik pekerjaan (pinbagpro, pinpro atau atasan pinpro/pptk terkait), oleh karena itu S-Curve itu menyangkut informasi pekerjaan terkait dengan pembayaran prestasi pekerjaan maka di dalam S-Curve tercatat :
  • Nomor pay item
  • Deskripsi pay item
  • Nama section yang berisi sejumlah pay item
  • Kuantitas masing -masing pay item
  • Harga satuan masing-masing pay item
  • Total harga dari masing-masing pay item
  • Rincian kebutuhan biaya bulanan masing-masing pay item dinyatakan dalam prosen terhadap total biaya konstruksi
Dari total % rencana pelaksanaan pekerjaan setiap bulan , dapat dihitung jumlah % kumulatif rencana pelaksanaan pekerjaan tiap bulan  mulai dari COW s/d PHO. Kurva yang menghubungkan % kumulatif rencana pelaksanaan pekerjaan tiap bulan  inilah yang disebut kurva S karena pada umumnya untuk suatu rencana pelaksanaan yang normatif, kurva tersebut terbentuk huruf S. Dengan cara yang sama, sesuai dengan realisasi pelaksanaan dilapangan dibuat kurva yang menghubungkan realisasi bulanan di maksud sebagai alat pengendali.




Share:

Friday, 10 August 2018

Memahami Jadwal Pelaksanaan Kontrak untuk Pengawasan Mutu


Jadual pelaksanaan dimaksudkan sebagian dasar bagi (para pejabat terkait diatasannya), kontraktor dan konsultan untuk :
  • Memantau kemajuan pekerjaan kontraktor dilapangan
  • Menjadi rujukan bagi pembayaran eskalasi/de-eskalasi harga
  • Mendukung pengalokasian anggaran biaya
  • Mempertimbangkan permintaan tambahan biaya sebagai akibat dari perubahan pekerjaan
  • Mendukung permintaan perpanjangan waktu pelaksanaan konstruksi
Garis besar jadual pelaksanaan dipersiapkan oleh kontraktor sebagai bagian dari pengajuan penawaran pada waktu pelelangan  untuk mempertimbangkan 3 aspek yaitu aspek perencanaan, aspek analisa, dan aspek pemelihan jenis/ cara penjadualan.

Untuk dapat menyiapkan construction schedule, maka ditinjau dari aspek perencanaan perlu dilakukan penyiapan tatakerja meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
  • Melakukan penelaahan awal dokumen kontrak
  • Melakukan penelitian lapangan secara rinci untuk menguji lokasi, sumber daya yang tersedia dan menentukan tingkat kesulitan yang terkait pada pekerjaan yang akan dilaksanakan
  • Melakukan pengkajian daftar kuantitas secara terinci
  • Melakukan pengkajian Gambar rencana secara terinci
  • Menguji spesifikasi
  • Menguji syarat-syarat kontrak
  • Menganalisa pekerjaan yang diperlukan untuk setiap kegiatan
  • Mene
  • tukan urutan pekerjaan
  • Menentukan baiya proyek
Langkah-langkah diatas kemudian ditindaklanjuti dengan membuat analisa terhadap hal-hal berikut :
  • Waktu yang diperlukan untuk penyelesaian setiap kegiatan
  • Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh kegiatan
  • Urutan setiap kegiatan
  • Metoda kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan
  • Sumber daya yang diperlukan
  • Resiko terkait
  • Biaya yang sebenarnya untuk menyelesaikan setiap kegiatan
  • Nilai pekerjaan yang diselesaikan
Setelah menyelesaikan analisa diatas, kontraktor perlu membuat beberapa jadual dasar sebagai jadual perencanaan kerja, yang nantinya didalam pelaksanaan konstruksi biasanya memerlukan perubahan-perubahan disesuaikan dengan kondisi lapangan :
  • Jadual kegiatan, yang menentukan secara jelas kerangka waktu untuk setiap jenis pekerjaan
  • Jadual sumber daya, yang menentukan secara jelas secara ketersediaan tenaga kerja, peralatan dan bahan
  • Jadual Kemajuan keuangan - kurva s, yang menentukan secara jelas rencana kemajuan pekerjaan dan keuangan proyek
  • Jadual cash flow keuangan, yang menentukan keadaan pemasukan dan pengeluaran uang
Ada beberapa jenis jadual yang dapat dipergunakan, tergantung kepada kebutuhan proyek antara lain sebagai berikut :
  • Critical Path Method (Metode lintasan Kritis
  • Bar Charts - basic and linked (Diagram balok - asli dan terkait)
  • Financial Progres Scedule - S Curve (Jadual Kemajuan Keuangan - Kurva S)
Share:

Wednesday, 8 August 2018

Daftar Kuantitas Pada Dokumen Kontrak



Daftar kuantitas berisi Mukadimah, Rekapitulasi Daftar Kuantitas serta Daftar Kauntitas. Kuantitas yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan harga yang diisi oleh pengguna jasa  merupakan perkiraan dan hanya digunakan sebagai dasar perhitungan penawaran. Kuantitas yang pasti dari setiap item pekerjaan ditentukan dari hasil pengukuran volume hasil pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor yang disetujui pengguna jasa.

Harga satuan yang dibuat oleh penawar lelang harus mencakup semua kewajiban kontraktor berdasarkan kontrak serta segala hal yang diperlukan untuk pelaksaksanaan, penyelesaian, dan perbaikan pekerjaan.

Dalam sistem kontrak harga satuan maka harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas  dan harga adalah yang mengikat dalam kontrak dan digunakan sebagai dasar pembayaran atas hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor. Harga satuan tersebut tidak boleh diubah kecuali untuk perubahan volume pekerjaan melebihi jumlah tertentu sesuai ketentuan kontrak, termasuk apabila terdapat perbedaan  dengan harga yang tercantum dalam analisa harga satuan. Dalam harga satuan tersebut  telah termasuk  biaya umum dan keuntungan perusahaan, kecuali apabila dirinci lain dalam daftar kuantitas dan harga atau ditetapkan lain dalam kontrak. maka tenaga kerja termasuk pengawasannya, bahan-bahan, peralatan kontraktor, pekerjaan sementara, transportasi ke dan dari lapangan, dan didalam dan disekitar pekerjaan, segala seuatau yang lain diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian, dan perbaikan pekerjaan tidak akan diukur  dan biayanya harus dianggap sudah termasuk dalam harga-harga dalam daftar kuantitas.

Panorama mata pembayaran dalam daftar kuantitas sama dengan panorama yang ada dalam spesifikasi teknis sesuai dengan jenis pekerjaan terkait, daftar kuantitas memuat :
  • Mata pembayaran
  • Uraian
  • Satuan
  • Perkiraan kuantitas
  • Harga satuan
  • jumlah harga
Semua jumlah harga untuk masing-masing devisi dijumlahkan dalam lembar rekapitulasi dan sekaligus ditambahkan pajak pertambahan nilai (PPN).

Dalam sistem kontrak harga satuan maka total harga penawaran yang ada dalam rekapitulasi dapat diubah sesuai perubahan yang ada dalam perhitungan perkalian dan pertambahan masing-masing mata pembayaran akibat dilakukannya koreksi aritmatika.



Share:

Maksud dan Fungsi Gambar-Gambar Pada Dokumen Kontrak



Gambar-gambar untuk pelaksanaan pekerjaan harus disusun secara terinci, lengkap dan jelas, dan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan secara jelas. Gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu kecuali untuk suku madang/componen produk tertentu serta tidak menutup kemungkinan kegunaanya produksi dalam negeri dan semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standart nasional.

A. GAMBAR RENCANA (DESIGN DRAWING)

Gambar rencana merupakan gambar yang disediakan pengguna jasa dan termuat dalam dokumen pelelangan. Gambar ini disiapkan oleh perencana teknis  yang bertanggung jawab atas hasil perencanaannya dan akan digunakan sebagai acuan dalam menyiapkan penawaran oleh peserta lelang dan akan digunakan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor.

B. GAMBAR KERJA (SHOP DRAWING)

Gambar kerja dibuat oleh kontraktor berdasarkan gambar rencana dan merupakan penjebaran dari gambar rencana serta merupakan acuan detail untuk pelaksanaan di lapangan. Gambar kerja harus disetujui oleh direksi pekerjaan/direksi teknis namun persetujuan direksi pekerjaan/direksi teknis tidak melepaskan tanggung jawab kontraktor atas kesalahan yang terjadi.

C. GAMBAR TERLAKSANA (AS BUILT DRAWING)

Gambar terlaksana merupakan gambar pelaksanaan yang menunjukkan hasil pelaksanaan atas gambar kerja yang harus disiapkan oleh kontraktor dan wajib diserahkan kepada pengguna jasa pada serah terima akhir pekerjaan. Keterlambatan atau kegagalan penyerahan gambar terlaksana ini kepada pengguna jasa dapat berakibat ditahannya atau diperhitungkannya pembayaran kepada kontraktor.

Share:

Monday, 6 August 2018

Struktur Spesifikasi


Mengacu pada spesifikasi umum bidang jalan dan jembatan yang berlaku dilingkungan direktorat jenderal bina marga, struktur spesifikasi umum di bidang jalan dan jembatan terdiri atas 10 devisi dan 57 seksi sebagai berikut :
A. DEVISI I - UMUM
  • Seksi 1.1 Ringkasan Pekerjaan
  • Seksi 1.2 Mobilisasi dan Demobilisasi
  • Seksi 1.3 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
  • Seksi 1.4 Fasilitas Pelayanan Pengujian
  • Seksi 1.5 Transportasi dan Penanganan
  • Seksi 1.6 Pembayaran Sertifikat Bulanan
  • Seksi 1.7 Pembayaran Sementara (Provisual Sum)
  • Seksi 1.8 Pemeliharaan Lalu Lintas
  • Seksi 1.9 Rekayasa Lapangan
  • Seksi 1.10 Standart Rujukan
  • Seksi 1.11 Bahan dan Penyimpangan
  • Seksi 1.12 Jadwal Pelaksanaan
  • Seksi 1.13 Prosedur Variasi
  • Seksi 1.14 Penutupan Kontrak
  • Seksi 1.15 Dokumen Rekaman Proyek
  • Seksi 1.16 Pekerjaan Pembersihan
  • Seksi 1.17 Aspek Lingkungan Hidup
B. DEVISI 2 - DRAINASE
  • Seksi 2.1 Selokan dan Saluran Air
  • Seksi 2.2 Pasangan Batu dengan Mortar
  • Seksi 2.3 Gorong-gorong dan Draenase Beton
  • Seksi 2.4 Drainase Porous
C.DEVISI 3 - PEKERJAAN TANAH
  • Seksi 3.1 Galian
  • Seksi 3.2 Timbunan
  • Seksi 3.3 Penyiapan Badan Jalan
D.DEVISI 4 - PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
  • Seksi 4.1 Pelebaran Perkerasan
  • Seksi 4.2 Bahu Jalan
E. DEVISI 5 - PERKERASAN BERBUTIR
  • Seksi 5. 1 Lapis Pondasi Agregrat
  • Seksi 5.2 Lapis Pondasi Jalan tanpa Penutup Aspal
  • Seksi 5.4 Lapis Pondasi Semen Tanah
F. DEVISI 6 - PERKERASAN ASPAL
  • Seksi 6. 1 Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat
  • Seksi 6.2 Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) dan Laburan Aspal dua Lapis (Burda)
  • Seksi 6.3 Campuran Aspal Panas
  • Seksi 6.4 Lasbutag  dan Latasbusir (Tidak digunakan)
  • Seksi 6.5 Campuran Aspal Dingin
  • Seksi 6.6 Lapis Perata Panetresi Macadam
  • Seksi 6.7 Pemeliharaan Dengan Laburan Aspal
G. DEVISI 7 - STRUKTUR
  • Seksi 7. 1 Beton
  • Seksi 7.2 Beton Pratekan
  • Seksi 7.3 Baja Tulangan
  • Seksi 7.4 Struktur
  • Seksi 7.5 Pemasangan Jembatan Rangka Baja
  • Seksi 7.6 Tiang Pancang
  • Seksi 7.7 Pondasi Semuran
  • Seksi 7.8 Adukan Semen
  • Seksi 7.9 Pasangan Batu
  • Seksi 7.10 Pasangan Batu Kosong dan Bronjong
  • Seksi 7.11 Expansion Joint
  • Seksi 7.12 Perletakan (Bearing)
  • Seksi 7.13 Sandaran (Railing) Jembatan
  • Seksi 7.14 Papan Nama Jembatan
  • Seksi 7.15 Pembongkaran Struktur
I. DEVISI 8 - PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR
  • Seksi 8. 1 Pengembalian Kondisi Perkerasan Lama
  • Seksi 8.2 Pengembalian Kondisi Bahu Jalan Lama pada Perkerasan Berpenutup Aspal
  • Seksi 8.3 Pengembalian Kondisi Selokan, Saluran Air, Galian, Timbunan, dan Penghijauan
  • Seksi 8.4 Perlengkapan Jaln dan Pengatur Lalu Lintas
  • Seksi 8.5 Pengembalian Kondisi Jembatan
J.DEVISI 9 - PEKERJAAN HARIAN
  • Seksi 9.1 Pekerjaan Harian
K. DEVISI 10- PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN
  • Seksi 10.1 Pemeliharaan rutin perkerasan, Bahu jalan, Drainase, Perlengkapan jalan, dan Jembatan
  • Seksi 10.2 Pemeliharaan Jalan Samping dan Jembatan

Share:

Sunday, 5 August 2018

Penggunaan Spesifikasi


Spesifikasi digunakan dalam dua tahap yaitu tahap pra kontrak dan tahap pelaksanaan kontrak, baik pada tahap pra kontrak maupun tahap pelaksanaan kontrak, ada 3 unsur yang berkpentingan terhadap spesifikasi yaitu pemilik proyek (pengguna jasa), kontraktor (penyedia jasa) maupun konsultan (penyedia jasa). Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa kepentingan masing-masing unsur tersebut dalam tiap-tiap tahapan kontrak :

A. TAHAP PRA KONTRAK
- Pemilik Proyek
  1. Diwakili oleh pinpro/pinbagpro dan panitia pengadaan
  2. Pinpro/Pinbagro membentuk panitia pengadaan yang ditugasi untuk menyelenggarakan proses pengadaan dengan berpedoman pada peraturan perundang undangan yang berlaku, menyangkut pada 2 aspek yaitu aspek administratif dan aspek teknis
  3. Aspek teknis yang harus dipedomani oleh panitia pengadaan di dalam penyelenggarakan proses pengadaan adalah spesifikasi yang telah ditentukan oleh pemilik proyek, jadi panitia pengadaan tidak perlu membuat ketentuan-ketentuan teknik lagi.
-Kontraktor
  1. Kontraktor perlu mempelajari secara cermat isi spesifikasi sebagai bahan pertimbangan dalam menyiapkan penawaran dalam keikutsertaannya dalam proses pengadaan.
  2. Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya persepsi yang salah terhadap isis spesifikasi, kontraktor perlu memanfaatkan tahap aanwijzing dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan spesifikasi, agar didalam penyiapan harapan keuntungan yang wajar apabila proyek dilaksanakan dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.
- Konsultan
  1. Spesifikasi standar yang telah ada biasanya disebut spesifikasi umum. Pada tahap pra kontrak konsultan perlu melakukan review terhadap spesifikasi umum disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, berkaitan dengan aspek penyempurnaan perencanaan teknis yang berakibat terhadap kemungkinan penambahan atau pengurangan item pekerjaan.
  2. Review tersebut diatas bisa berakibatkan perlu adanya tambahan item pekerjaan maupun pengurangan item pekerjaan.
  3. Jika didalam spesifikasi umum belum terdapat item  pekerjaan sebagaimana dihasilkan oleh review  dimaksud, maka konsultan tidak perlu mengubah spesifikasi umum yang ada akan tetapi harus menyiapkan spesifikasi khusus sebagai tambahan terhadap spesifikasi umum
  4. Spesifikasi umum dan spesisifikasi khusus tersebut kemudian disebut sebagai spesifikasi 
  5. Membantu panitia pengadaan dalam menjelaskan isi spesifikasi selama proses aanwijzing.
B. TAHAP PELAKSANAAN KONTRAK
-Pemilik Proyek
  1.  Tanggung jawab teknis penyelanggaraan proyek agar sesuai dengan spesifikasi ada pada pinpro/pinbagpro yang diperankan sebagai wakil pemilik proyek
  2. Spesifikasi (multi step and method spesifikation) dijadikan acuan oleh wakil  pemilik proyek untuk mengandalikan pelaksanaan proyek agar sesuai dengan spesifikasi yang mengatur tentang semua langkah, material yang harus digunakan dan metode kerja, serta hasil kerja yang diharapkan.
-Kontraktor
  1. Spesifikasi (multi step and method spesification) harus dijadikan acuan oleh kontraktor dalam melaksanakan proyek, agar didalam melaksanakan seluruh pay item pekerjaan kontraktor dapat mengikuti ketentuan  tentang semua langkah, material yang harus digunakan dan metode kerja, serta hasil kerja yang diharapkan.
  2. Jika kontraktor melaksanakan item kerja yang menyimpang dari ketentuan yang telah diatur didalam spesifikasi, maka kontraktor harus siap menerima kemungkinan hasil pekerjaannya ditolak oleh pemilik proyek.
-Konsultan
  1. Spesifikasi (multi step and method spesification) harus dijadikan acuan oleh konsultan untuk melakukan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan seluruh item pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor, mencakup :
  • Pengawan mutu hasil pekerjaan
  • Pengendalian kualitas pekerjaan
  • Pengawasan motodepelaksanaan konstruksi
       2.  Pengawasn dengan berbekal spesifikasi tersebut dilakukan oleh
            konsultan didalam menjalankan fungsinya sebagai engineer's representive
Share:

Radio Streaming ...


Add Request Song to Live Streaming

Support

VIDEO

SPEKTAKULER