-->

SIPITUAMA

"Sistem Informasi Penyajian Ilmu Teknologi, Uni Akademis, dan Manajemen Administrasi"
close

Tuesday, 28 August 2018

Serah Terima Pekerjaan

1. ACUAN KETENTUAN
Serah terima pekerjaan adalah proses penyerahan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh kontraktor dan sekaligus penerima oleh pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek/kepala satuan kerja selaku pemilik proyek.

Sesuai ketentuan kontrak, salah satu kewajiban penyedia jasa adalah menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadual penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan kepada pengguna jasa. Pengajuan permintaan penyerahan pertama hasil pekerjaan dapat dilakukan oleh penyedia jasa apabila pekerjaan telah terselesaikan 100% (seratus persen).

Untuk kontrak internasional (ICB-International Competitive Bid), sesuai dengan ketentuan pasal 48.1 GCC Fidic (Red Book), permintaan penyerahan pertama dapat disampaikan kepada pengguna jasa apabila pekerjaan secara substansional telah selesai.

Ketentuan Pasal 36 Keppres No. 80/2003
  1. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak, penyedia barang/jasa mengajukan permintaan secara tertulis kepada pengguna barang/jasa untuk penyerahan pertama.
  2. Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan, baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan, dan menugaskan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang diisyaratkan dalam kontrak
  3. Pengguna barang/jasa menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia barang/jasa melaksanakan semua kewajibannya selama masih pemeliharaan dengan baik dan wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum dibayar atau pengembalikan jaminan pemeliharaan.
  4. Penyedia barang /jasa wajib melakukan pemeliharaan atas hasil pekerjaan selama masa yang ditetapkan dalam kontrak, sehingga kondisinya tetap seperti pada saat penyerahan pekerjaan dan dapat diperoleh  pembayan uang retensi dengan penyerahan jaminan pemeliharaan
  5. Masa pemeliharaan minimal untuk pekerjaan permanen 6 (enam) bulan, untuk pekerjaan semi permanen 3 (tiga) bulan dan masa pemeliharaan dapat melampaui tahun anggaran
  6. Setelah masa pemeliharaan berakhir, pengguna barang/jasa mengembalikan jaminan pemeliharaan kepada penyedia barang/jasa.










 2. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK TERKAIT


Berkaitan dengan serah terima pekerjaan, pihak-pihak terkait (Kontraktor, Direksi Teknis dan PPK/PPTK) dan Panitia Serah terima Pekerjaan (PPHP/PHO) mempunyai peran dan dan tanggung jawab sebagai berikut ;

1. Kontraktor

Kontraktor wajib melapor dan sekaligus mengajukan permintaan secara tertulis untuk serah terima kepada Direksi Teknik tembusan Kepada Pemilik (PPK)
Tanggung jawab kontraktor :
  • Memberitahukan nama nama wakilnya secara tertulis kepada PPK/PPTK
  • Membuat surat permohonan secara tertulis kepada PPK/PPTK untuk melaksanakan serah terima pekerjaan
  • Penyiapan semua persyaratan, dokumen dan bahan dalam rangka pelaksanaan PPHP
  • Mendampingi direksi teknis untuk pemeriksaan pendahuluan dan pelaksanaan PPHP
  • Menghadiri rapat Panitia PPHP/PHO
  • Menerima berita acara pemeriksaan dari Panitia PPHP/PHO
  • Memperbaiki cacat/kerusakan dan kekurangan dalam tenggang waktu
  • Menghadiri pemeriksaan akhir
  • Menerima berita acara serah terima pertama
  • Menyerhakan jaminan pemeliharaan berupa Bank Garansi yang bersifat 'on demand' sebagai uang pengganti uang retensi (apabila dikehendaki)
  • Melaksanakan pemeliharaan selama masa pemeliharaan
  • Memperbaiki kerusakan yang diperintahkan pengawas lapangan
  • Melaksanakan pekerjaan tambah yang diperintahkan direksi teknik selama baik masa tenggang maupun masa pemeliharaan
  • Menerima berita acara serah terima terakhir
2. Direksi Teknis
  • Menerima surat permintaan serah terima pekerjaan dari kontraktor
  • Setelah menerima surat permintaan serah terima pekerjaan dari kontraktor, Direksi Teknik wajib melakukan penelitian hasil pekerjaan
  • Berdasarkan hasil penelitian, apabila ternyata pekerjaan memang telah selesai 100 %, memberitahukan kepada PPK/PPTK bahwa penyelesaian pekerjaan sebagai tanggal tentatif (sementara) PPHP
  • Mendampingi panitia PPHP pada pelaksanaan PPHP
  • Menghadiri rapat Panitia PPHP
  • Menyiapkan dokumen dan program penelitian yang diperlukan oleh panitia PPHP
3. Pemimpin Proyek/ Pemimpin Bagian Proyek/Kepala Satuan Kerja/Kepala Organisasi Perangkat Daerah
  • Menerima surat permintaan serah terima pekerjaan dari kontraktor
  • Setelah menerima surat permintaan serah terimaa pekerjaan dari kontraktor, PPK/PPTK, Kepala Satuan Kerja/Kepala Dinas membentuk Panitia Serah terima Pekerjaan (Panitia PPHP/PHO)
  • Menerima surat pemberitahuan dari Direksi Teknik, bahwa serah terima pekerjaan dapat dilaksanakan, termasuk rekomendasi tanggal penyelesaian pekerjaan sebagai tanggal tentatif PPHP/PHO
  • Berdasarkan surat pemberitahuan dari Direksi Teknik, PPTK, Kepala OPD memberitahukan secara tertulis kepada kontraktor mengenai pembentukan dan komposisi Panitia PPHP/PHO
  • Pemimpin proyek, PPTK, Kepla OPD memberitahukan secara tertulis Panitia PPHP/PHO untuk melakukan serah terima pekerjaan
  • Mengesahkan/ menerima  hasil pemeriksaan pekerjaan pemeliharaan oleh kontraktor selama masa pemeliharaan
  • Melakukan pengendalian pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan oleh kontraktor selama masa pemeliharaan
  • Setelah menerima jaminan pemeliharaan dari kontraktor (apabila dikehendaki), membayar kepada kontraktor sebesar 100% Nilai kontrak
  • Memerintahkan kepada kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan tambah, apabila diperlukan, selama masa pemeliharaan
  • Setelah penyerahan akhir pekerjaan, pengembalian jaminan pemeliharaan dan jaminan pelaksanaan kepada kontraktor.
4. Panitia Serah Terima
  • Meneliti laporan pendahuluan dari direksi teknik tentang keadaan hasil pekerjaan dilapangan dan menetapkan tanggal tentatif (sementara) serah terima
  • Membentuk tim pemeriksaan yang meliputi : tim administrasi, tim pengujian, dan tim visual
  • Melakukan pemeriksaan administrasi, uji mutu, dan visual atas hasil pekerjaan
  • Melakukan pembahasan atas hasil pemeriksaan oleh tim pemeriksaan
  • Menetapkan daftar cacat dan kekurangan serta masa tenggang (grace period) untuk penyelesaian
  • Menetapkan tanggal defenitif serah terima pekerjaan sebagai tanggal serah terima pekerjaan dan sekaligus sebagai tanggal dimulainya masa pemeliharaan. Apabila kontraktor berhasil menyelesaiakan penanganan cacat dan kekurangan dalam masa tenggang (grace period), maka tanggal defenitif PPHP/PHO tersebut adalah sama dengan tanggal tentatif (sementara) PPHP/PHO yang direkomandasikan oleh direksi teknik dalam surat pemberitahuannya kepada pimpinan Proyek/Kepala Dinas/PPK terlebih dahulu
  • Membuat berita acara PPHP/PHO
  • Melaporkan hasil penilaian dan berita acara PPHP/PHO/FHO kepada pemimpin proyek/Kepala Dinas/PPK.

3. SERAH TERIMA PERTAMA PEKERJAAN (PPHP) /SERAH TERIMA SEMENTARA (PHO)

Penyedia jasa dapat menajukan permohonan tertulis kepada direksi teknis atau direksi pekerjaan untuk melakukan serah terima pekerjaan sementara PPHP/PHO, pada saat bobot pekerjaan kemajuan pekerjaan (terutama pekerjaan lapis penutup lajur lalu lintas, bahu jalan, dan pekerjaan jembatan) telah mencapai 100 %. Direksi teknis memeriksa kebenaran bobot  kemajuan pekerjaan baik secara kuantitas maupun kualitas. Apabila masih terdapat kekurangan dan belum memenuhi persyaratan, maka penyedia jasa harus memperbaiki dan melengkapinya terlebih dahulu untuk diajukan kembali. Jika semuanya telah dapat diterima maka direksi teknis membuat rekomondasi tertulis kepada direksi pekerjaan dan dilengkapi mengenai status dan tanggal penyelesaian seluruh pekerjaan (100%).

Kunjungan Pertama (First Visit) : Panitia PPHP/PHO bersama pihak direksi pekerjaan , penyedia jasa dan direksi teknis mengadakan rapat dan pemeriksaan  untuk keperluan :
  • Menetapkan kesepakatan atas prosedur PPHP/PHO yang akan dilaksanakan dan kesepakatan sementara atas kelayakan melaksanakan  PPHP/PHO
  • Pembentukan tim visual, pengujian kualitas, dan administrasi
  • Penyusunan rencana kerja tim
  • Pemeriksaan
  1. Kelengkapan administrasi
  2. Pencapaian kuantitas dan bobot seluruh pekerjaan (100%)
  3. Pengujian kualitas bahan, bahan olahan, dan hasil pekerjaan
  • Menetapkan tentative tanggal PPHP/PHO
  • Penyusunan rencana oleh masing-masing tim
selanjutnya, Panitia PPHP/PHO akan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
  • Evaluasi laporan masing-masing tim
  • Menyusun daftar cacat/kekurangan 
  • Menetapkan tenggang waktu
  • Pembuatan instruksi oleh direksi pekerjaan kepada kontraktor untuk menyelesaiakan cacat/kekurangan dalam tenggang waktu  yang disepakati bersama
  • Memperbaharui tanggal tentatif PPHP/PHO dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan analisa terhadap sisa pekerjaan minor yang belum dilaksanakan dan kemampuan penyedia jasa
Kunjungan Kedua (Second Visit) : Pada akhir masa / garace period, Panitia PHO/PPHP akan melakukan pemeriksaan ulang dilapangan terhadap hasil perbaikn . apabila seluruh cacat/kerusakan dan kekurangan  itu telah diperbaiki dengan sempurna, maka panitia PPHP/PHO :
  • Membuat berita acara Hasil penelitian untuk penyerahan pekerjaan
  • Menetapkan tanggal defenitif PPHP/PHO (bukan tanggal BA)
  • Menetapakan tanggal FHO sesuai dengan kontrak
selanjutnya dilakukan pengesahan atas berita acara PPHP/PHO yang dilengkapi dengan perhitungan atas seluruh pekerjaan yang telah selesai sesuai dengan dokumen kontrak.

4. MASA PEMELIHARAAN

Cakupan kegiatan penyedia jasa  selama masa pemeliharaan terdiri dari aktifitas-aktifitas sebagai berikut :
  • Menediakan peralatan dan tenaga untuk keperluan memelihara dan mempertahankan kondisi hasil pekerjaan
  • Menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum terselesaiakan (bila ada) seperti yang termuat dalam berita acara serah terima pertama
  • Melaksanakan semua pekerjaan tambah, rekonstruksi, perbaiakan kerusakan atau kesalahan seperti yang diperintahkan direksi pekerjaan pekerjaan harsu dilaksanakan  pada masa pemeliharaan  atau selambat-lambatnya harus dapat diselesaiakan 14 hari sejak berakhirnya masa pemeliharaan.
5. SERAH TERIMA AKHIR PEKERJAAN 
Panitia FHO bersama pihak direksi pekerjaan, dan penyedia jasa mengadakan rapat dan kunjungan lapangan untuk memeriksa dan mengindentifikasi pekerjaan pemeliharaan. Selanjtnya, Panitia PHO melakukan evaluasi terhadap hasil pemeriksaan pada kunjungan lapangan. Apabila dari hasil evaluasi tersebiut, panitia PHO dapat menerima hasil akhir pekerjaan, maka panitia PHO akan:
  • Membuat berita acara yang menyatakan bahwa penyedia jasa telah menyelesaiakan pekerjaan pemeliharaan pada masa pemeliharaan dengan baik dan sesuai dengan kontrak
  • Menyatakan bahwa serah terima akhir pekerjaan dapat dilakukan
  • Menetapkan tanggal FHO
  • Membuat surat pemberitahuan tentang hasil pemeriksaan kepada direksi pekerjaan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses FHO yakni :
  • Pengembalian jaminan Pemeliharaan/pelaksanaan (sesuai ketentuan dlam kontrak)
  • Hasil pemeriksaan lapangan oleh panitia PPHP DAN FHO
  • Berita acara FHO Oleh panitia PPHP/PHO
  • Penerbitan sertifikat penyelesaian pekerjaan dan direksi pekerjaan


Share:

0 komentar:

Post a Comment

;}

Support

VIDEO

SPEKTAKULER